
Meskipun di gempur dari segala penjuru, tentara Loemadjang pantang menyerah hal ini dibuktikan dengan adanya pemasangan ranjau di dekat pabrik gula Djatiroto, dan ini diketemukan pada tanggal 22 Juli 1947.

nampak serdadu Belanda sedang menyisir di jalan-jalan yang sudah diblokade dengan batang-batang kayu yang di robohkan mengenai badan jalan sehingga menghalangi perjalanan patroli Belanda di Lumajang

Jembatanpun tak lepas dari perhatian tentara kita, banyak yang dihancurkan, hal ini dapat mempersulit laju kendaraan lapis baja